PROFIL IKAPTRI

Sejarah Singkat Berdirinya Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti)

Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti)

berdiri pada tanggal 2 Juni 1969 dengan nama Akademi Perhotelan dan Kepariwisataan (APK) Trisakti. Gagasan pendirian akademi ini berasal dari Bapak Mulyatno Sindhudarmoko, S.E., yang pada saat itu menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti.

Selanjutnya, Yayasan Trisakti menunjuk Bapak Mulyatno Sindhudarmoko, S.E. sebagai Direktur Akademi Perhotelan dan Kepariwisataan Trisakti terhitung sejak 26 November 1969 hingga tahun 1990.

Pada tahun 1972, akademi mulai memperluas bidang pendidikannya dengan membuka jurusan baru yaitu Tour & Travel, sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan industri pariwisata yang berkembang pesat saat itu.

Kemudian, sesuai ketentuan pemerintah, Akademi Perhotelan dan Kepariwisataan (APK) Trisakti berubah nama menjadi Akademi Pariwisata Trisakti (APT). Pada tahun 1985, APT Trisakti mulai mengikuti Ujian Negara Sarjana Muda yang diselenggarakan oleh Kopertis Wilayah III.

Dua tahun kemudian, yaitu 1987, Akademi Pariwisata Trisakti yang semula berlokasi di Kampus A, Kyai Tapa Grogol, pindah ke kampus baru di Jalan IKPN Tanah Kusir, Bintaro, Jakarta Selatan. Gedung A kampus baru tersebut diresmikan secara langsung oleh Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi, Bapak Soesilo Soedarman, pada tanggal 3 Desember 1988.

Momentum penting lainnya terjadi pada 21 Juni 1989, ketika Akademi Pariwisata Trisakti memperoleh Status “Disamakan” berdasarkan SK Mendikbud No. 383/O/1989. Kemudian, Gedung B kampus Akademi Pariwisata Trisakti selesai dibangun dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro, pada tanggal 10 April 1997.

Perkembangan berikutnya terjadi pada tahun 1999, ketika Akademi Pariwisata Trisakti (APT) resmi berubah nama dan status menjadi Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti, berdasarkan SK Mendikbud RI No. 102/D/O/1999 tanggal 15 Juni 1999. Perubahan ini menandai peningkatan jenjang pendidikan, di mana STP Trisakti mulai menyelenggarakan program Diploma IV (D-IV) selain Diploma III (D-III) untuk jurusan Perhotelan dan Usaha Wisata.

Selanjutnya, pada tahun 2001, STP Trisakti kembali memperluas layanan pendidikannya dengan membuka program Diploma I (D-I). Untuk Jurusan Perhotelan, bidang peminatannya meliputi Divisi Kamar dan Tata Hidang, sedangkan untuk Jurusan Usaha Perjalanan Wisata, bidang peminatannya adalah Tarif dan Dokumen Pasasi serta Pemanduan.

Kini, STP Trisakti dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi pariwisata terkemuka di Indonesia, yang berperan aktif dalam mencetak tenaga profesional di bidang perhotelan, perjalanan wisata, dan manajemen pariwisata baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sejarah Singkat Berdirinya Ikatan Alumni Pariwisata Trisakti (IKAPTRI)

Cikal bakal Ikatan Alumni Pariwisata Trisakti (IKAPTRI) bermula dari pertemuan informal beberapa alumni yang berlangsung sejak sekitar tahun 1987 hingga 1992. Tokoh-tokoh alumni yang berperan aktif pada masa awal tersebut antara lain Bapak Hartoyo (angkatan 1969), Ibu Cenit (angkatan 1972), dan Bapak Heider Gezali (angkatan 1969).

Pertemuan yang menjadi tonggak awal berdirinya ikatan alumni berlangsung di rumah Sdri. Cenit (angkatan 1972), yang merupakan putri dari Gubernur DKI Jakarta kala itu, Bapak Soeprapto, bertempat di Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta pada tahun 1992. Dari pertemuan inilah lahir gagasan untuk membentuk organisasi alumni dengan nama Paguyuban IKA-APK Trisakti.

Selanjutnya, pada tanggal 3 Maret 1992, Bapak Hartoyo (angkatan 1969) secara resmi mendeklarasikan berdirinya Ikatan Alumni Akademi Perhotelan dan Kepariwisataan Trisakti (IKA-APK Trisakti).

Pada masa kepemimpinan Bapak Hartoyo (periode 1992–1995 dan 1995–2000), organisasi ini mengalami beberapa kali perubahan nama, menyesuaikan dengan perubahan status lembaga pendidikan induknya, yaitu:

  • Tahun 1992: IKA-APK Trisakti

  • Tahun 1997: IKA-APT Trisakti

  • Tahun 1998: IKA-STP Trisakti (menyesuaikan dengan perubahan menjadi Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti).

Kepemimpinan berikutnya dijabat oleh Bapak Trikarya Satyawan untuk periode 2000–2005 dan 2005–2010, dengan susunan pengurus:

  • Ketua Umum: Bp. Trikarya Satyawan

  • Wakil Ketua Umum: Abdul Salam (UPW ’84)

  • Sekretaris Jenderal: Tetty Arianto (UPW ’84)

  • Bendahara: Ervina (Perhotelan ’84).

Kemudian, pada masa kepengurusan Bapak Bambang S. Rachmadi (2010–2015), organisasi alumni ini secara resmi berganti nama menjadi Ikatan Alumni Pariwisata Trisakti (IKAPTRI). Nama ini dipertahankan hingga kini dan menjadi wadah resmi bagi seluruh alumni STP Trisakti di Indonesia maupun di luar negeri.

Periode kepengurusan selanjutnya adalah:

  • 2025–2029: Bapak Dr. Catur Prasetyo, SST.Par., M.Si

Bali

DKI Jakarta

Sumatera Barat

Jambi

Jawa Tengah

Yogyakarta

Jawa Timur

Banten

Kalimantan Timur

Nusa Tenggara Timur

Kiprah Organisasi IKAPTRI

IKAPTRI berkomitmen untuk merangkul seluruh alumni STP Trisakti dan menginventarisasi data alumni yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia bahkan hingga mancanegara.

Selain itu, IKAPTRI aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial, seperti pemberian beasiswa, bantuan kepada masyarakat, serta kegiatan pengabdian sosial di bidang pendidikan dan pariwisata.

Hingga saat ini, IKAPTRI memiliki 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC), terdiri dari 10 DPC di dalam negeri dan 3 DPC di luar negeri.

  • DPC Dalam Negeri: Bali, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jambi, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur.

  • DPC Luar Negeri: Amerika Serikat (berdomisili di Washington D.C.), Eropa (berdomisili di Belanda), dan Timur Tengah (berdomisili di Kuwait).

Sumber Dana IKAPTRI

Sumber dana organisasi diperoleh dari:

  1. Iuran Anggota

  2. Seksi Usaha

  3. Donatur dan Sponsor

Pada awal tahun 2000, nilai iuran anggota ditetapkan sebesar Rp32.500,- per tahun, dengan pembagian: Rp22.500,- disetorkan ke IKASAKTI (Ikatan Alumni Trisakti Pusat) Rp10.000,- digunakan untuk kegiatan IKAPTRI.

Namun, sejak akhir tahun 2000, pembayaran iuran ke IKASAKTI Pusat dihentikan, dan IKAPTRI menjadi organisasi yang mandiri secara finansial. Saat ini, besaran iuran anggota tetap sebesar Rp32.500,- (tiga puluh dua ribu lima ratus rupiah), sepenuhnya dikelola untuk mendukung kegiatan organisasi dan program sosial IKAPTRI.